Wideband Code Division Multiple Acces (WCDMA) Part.1
Teman-teman, saya mau share sedikit ilmu tentang salah satu teknologi telekomunikasi yang sekarang sedang diterapkan di Indonesia dan di dunia yaitu sistem komunikasi seluler yang berbasis WCDMA atau biasa dikenal dengan istilah 3 Generation (3G). Kita mulai aja yes.
1. Wideband CDMA Teknologi Wireless Generasi ke-3
Pada awal abad 21 teknologi komunikasi wireless sudah memasuki generasi ke tiga. Dimana teknologi komunikasi saat ini harus memenuhi persyaratan diantaranya service yang bersifat global dan portabel, mendukung untuk layanan pita lebar (multimedia) baik untuk mobile maupun WLL (Wireless Local Loop), Wireless BOD (Bandwidth on Demand) sampai rate 2 Mbps, interworking dengan sistem eksisting, performansi yang cukup baik terhadap problema propagasi (multi environment) dan harus memiliki efisiensi spektrum yang tinggi.
Menurut standar baik dari Eropa, Jepang maupun USA maka teknologi di atas dikenal dengan istilah IMT-2000 atau UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). Di sisi air interfacenya teknologi akses yang dipakai bisa berupa : W-CDMA, TD-CDMA atau Wideband CDMAone tergantung dari kebijaksanaan negara masing-masing.
Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan sebagai berikut :

2. Keuntungan WCDMA
Konsep W-CDMA yang baru beroperasi dengan besar kanal radio 5MHz sedang dikembangkan dengan menggunakan potensi keuntungan dari CDMA. Sistem yang baru ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan sistem narrowband CDMA generasi ke-2 sekarang. Fitur teknologi W-CDMA adalah sbb:
• Kapasitas lebih tinggi dan penambahan coverage : sampai 8 kali lebih tinggi trafik per carrier dibandingkan dengan carrier narrowband CDMA
• Variabel dan kecepatan data yang tinggi, sampai 384 Kbps pada wide area dan 2 Mbps pada lokal area
• Service packet dan circuit switched
• Layanan multiple simultan pada tiap mobile terminal
• Mendukung untuk Hierarchical Cell Structures (HCS) pada metode handoff yang baru diantara carrier CDMA
Fitur-fitur di atas dapat dijelaskan seperti berikut :
• Menambah kapasitas dan coverage
Ada beberapa faktor yang menambah kapasitas dan coverage:
o Sistem W-CDMA menggunakan 4 kali channel lebih besar dibanding dengan channel narrowband CDMA, kapasitas bertambah 4 kalinya. Dengan bandwidth lebih lebar memperbaiki efek frekuensi diversity dan oleh karena itu mengurangi efek fading
o Demodulasi koheren pada uplink memperbaiki coverage
W-CDMA menggunakan demodulasi pada uplink. Hal itu akan memberi 2-3 dB gain demodulasi dan memperbaiki coverage.
o Memperbaiki power control
Pengurangan efek fading pada channel yang besar, akurasi power kontrol akan diperbaiki. Power konrol pada up dan link, yang melawan efek fading dan mengurangi rata-rata level power, akan menambah kapasitas.
• W-CDMA, variabel dan high speed data rates
Air interface W-CDMA mendukung baik untuk low maupun high bit rates. Kecepatan samapai 384 Kbps untuk full mobility dan 2 Mbps untuk lokal area. Mendukung kepada pemakai untuk komunikasi yang berbagai macam dari voice sampai multimedia.
Variabel data rates dapat dicapai dengan penggunaan variabel orthogonal spreading codes dan adaptasi dari output power.
• W-CDMA menawarkan layanan untuk packet dan circuit swithed
Layanan berbentuk packet menawarkan kemungkinan selalu "on-line" dengan aplikasi host tanpa menduduki kanal secara dedicated. Service packet memungkinkan pemakai membayar hanya jumlah data yang ditransmisikan dan bukan waktu koneksinya.
Paket data service adalah penting untuk membangun aplikasi yang cost efektif untuk remote LAN dan wireless internet akses.
Layanan high speed circuit switched dibutuhkan untuk aplikasi komunikasi real time seperti video conference.
• W-CDMA mendukung layanan secara multiple simultan
Tiap terminal W-CDMA dapat menggunakan beberapa layanan secara simultan. Bagi pemakai akan mempercepat hubungan ke corporate LAN dan pada waktu yang sama dapat menerima Voice call, yang berarti tidak ada nada sibuk ketika line diduduki untuk data call.
• Kelebihan lain adalah :
o Mendukung untuk Adaptive Antenna Arrays (AAA)
Teknik ini adalah untuk mengoptimalkan antena pattern pada mobile station. Hal ini akan memungkinkan penggunaan spektrum yang efektif dan akan menambah jumlah kapasitas.
o Tidak memerlukan GPS untuk sinkronisasi di sisi base stations
W-CDMA mempunyai internal sistem untuk sinkronisasi pada base station, sehingga tidak membutuhkan eksternal sinkronisasi seperti GPS (Global Positioning System).
Hal ini mempunyai masalah jika implementasi base station dilakukan pada daerah rawan covergae satelit GPS seperti shoping center atau di subways suatu gedung.
o Mendukung untuk Hierarchical Cell Structures (HCS)
W-CDMA mendukung HCS denganmemperkenalkan metode handoff diantara carrier CDMA yang diberi nama Mobile Assisted Inter-Frequency Hand-off (MAIFHO)
o Mendukung untuk deteksi multi user.
Deteksi multi user akan membatasi interferensi pada suatu cell dan memperbaiki kapasitas.
3. Perkembangan Seluler di Indonesia
Penggunaan seluler W-CDMA sudah memasuki generasi ke tiga atau dikenal IMT 2000 (International mobile telecommunications system). Teknologi ini memasuki pasar Indonesia sekitar tahun 2000.
Sistem ini berbeda dengan sistem CDMA pita sempit (narrow band). CDMA pita lebar bekerja pada frekuensi 2 GHz, ia bisa menyediakan layanan internet yang di PT TELKOM disebut dengan PASOPATI dan multimedia . Percobaan-percobaan yang sudah dilakukan, antara lain oleh NTT DoCoMo dari Jepang yang kini sudah menerapkan teknologi W-CDMA (Wideband code division multiple access) pada gelombang 5 MHz. Yang menjadi pesaing utama dari W-CDMA adalah teknologi TD-CDMA (Time Diivision-Code Division Multiple Access atau CDMA2000.
Sumber :
Gunadi Dwi Hantoro; Wideband CDMA;
Setyo Budianto; International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000)
Ir. Hasudungan Manurung, MT, IPM; W-CDMA sebagai Teknik Akses Sistem Komunikasi Bergerak Generasi Ketiga;
Wireless LAN; http://www.geocities.com/komnow/artikel/wrlan-2.html
Itu di atas baru pengenalan secara umum, untuk lebih detailnya akan di bahas di lain waktu. Terima Kasih
To Be Continued!!!
1. Wideband CDMA Teknologi Wireless Generasi ke-3
Pada awal abad 21 teknologi komunikasi wireless sudah memasuki generasi ke tiga. Dimana teknologi komunikasi saat ini harus memenuhi persyaratan diantaranya service yang bersifat global dan portabel, mendukung untuk layanan pita lebar (multimedia) baik untuk mobile maupun WLL (Wireless Local Loop), Wireless BOD (Bandwidth on Demand) sampai rate 2 Mbps, interworking dengan sistem eksisting, performansi yang cukup baik terhadap problema propagasi (multi environment) dan harus memiliki efisiensi spektrum yang tinggi.
Menurut standar baik dari Eropa, Jepang maupun USA maka teknologi di atas dikenal dengan istilah IMT-2000 atau UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). Di sisi air interfacenya teknologi akses yang dipakai bisa berupa : W-CDMA, TD-CDMA atau Wideband CDMAone tergantung dari kebijaksanaan negara masing-masing.
Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan sebagai berikut :

2. Keuntungan WCDMA
Konsep W-CDMA yang baru beroperasi dengan besar kanal radio 5MHz sedang dikembangkan dengan menggunakan potensi keuntungan dari CDMA. Sistem yang baru ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan sistem narrowband CDMA generasi ke-2 sekarang. Fitur teknologi W-CDMA adalah sbb:
• Kapasitas lebih tinggi dan penambahan coverage : sampai 8 kali lebih tinggi trafik per carrier dibandingkan dengan carrier narrowband CDMA
• Variabel dan kecepatan data yang tinggi, sampai 384 Kbps pada wide area dan 2 Mbps pada lokal area
• Service packet dan circuit switched
• Layanan multiple simultan pada tiap mobile terminal
• Mendukung untuk Hierarchical Cell Structures (HCS) pada metode handoff yang baru diantara carrier CDMA
Fitur-fitur di atas dapat dijelaskan seperti berikut :
• Menambah kapasitas dan coverage
Ada beberapa faktor yang menambah kapasitas dan coverage:
o Sistem W-CDMA menggunakan 4 kali channel lebih besar dibanding dengan channel narrowband CDMA, kapasitas bertambah 4 kalinya. Dengan bandwidth lebih lebar memperbaiki efek frekuensi diversity dan oleh karena itu mengurangi efek fading
o Demodulasi koheren pada uplink memperbaiki coverage
W-CDMA menggunakan demodulasi pada uplink. Hal itu akan memberi 2-3 dB gain demodulasi dan memperbaiki coverage.
o Memperbaiki power control
Pengurangan efek fading pada channel yang besar, akurasi power kontrol akan diperbaiki. Power konrol pada up dan link, yang melawan efek fading dan mengurangi rata-rata level power, akan menambah kapasitas.
• W-CDMA, variabel dan high speed data rates
Air interface W-CDMA mendukung baik untuk low maupun high bit rates. Kecepatan samapai 384 Kbps untuk full mobility dan 2 Mbps untuk lokal area. Mendukung kepada pemakai untuk komunikasi yang berbagai macam dari voice sampai multimedia.
Variabel data rates dapat dicapai dengan penggunaan variabel orthogonal spreading codes dan adaptasi dari output power.
• W-CDMA menawarkan layanan untuk packet dan circuit swithed
Layanan berbentuk packet menawarkan kemungkinan selalu "on-line" dengan aplikasi host tanpa menduduki kanal secara dedicated. Service packet memungkinkan pemakai membayar hanya jumlah data yang ditransmisikan dan bukan waktu koneksinya.
Paket data service adalah penting untuk membangun aplikasi yang cost efektif untuk remote LAN dan wireless internet akses.
Layanan high speed circuit switched dibutuhkan untuk aplikasi komunikasi real time seperti video conference.
• W-CDMA mendukung layanan secara multiple simultan
Tiap terminal W-CDMA dapat menggunakan beberapa layanan secara simultan. Bagi pemakai akan mempercepat hubungan ke corporate LAN dan pada waktu yang sama dapat menerima Voice call, yang berarti tidak ada nada sibuk ketika line diduduki untuk data call.
• Kelebihan lain adalah :
o Mendukung untuk Adaptive Antenna Arrays (AAA)
Teknik ini adalah untuk mengoptimalkan antena pattern pada mobile station. Hal ini akan memungkinkan penggunaan spektrum yang efektif dan akan menambah jumlah kapasitas.
o Tidak memerlukan GPS untuk sinkronisasi di sisi base stations
W-CDMA mempunyai internal sistem untuk sinkronisasi pada base station, sehingga tidak membutuhkan eksternal sinkronisasi seperti GPS (Global Positioning System).
Hal ini mempunyai masalah jika implementasi base station dilakukan pada daerah rawan covergae satelit GPS seperti shoping center atau di subways suatu gedung.
o Mendukung untuk Hierarchical Cell Structures (HCS)
W-CDMA mendukung HCS denganmemperkenalkan metode handoff diantara carrier CDMA yang diberi nama Mobile Assisted Inter-Frequency Hand-off (MAIFHO)
o Mendukung untuk deteksi multi user.
Deteksi multi user akan membatasi interferensi pada suatu cell dan memperbaiki kapasitas.
3. Perkembangan Seluler di Indonesia
Penggunaan seluler W-CDMA sudah memasuki generasi ke tiga atau dikenal IMT 2000 (International mobile telecommunications system). Teknologi ini memasuki pasar Indonesia sekitar tahun 2000.
Sistem ini berbeda dengan sistem CDMA pita sempit (narrow band). CDMA pita lebar bekerja pada frekuensi 2 GHz, ia bisa menyediakan layanan internet yang di PT TELKOM disebut dengan PASOPATI dan multimedia . Percobaan-percobaan yang sudah dilakukan, antara lain oleh NTT DoCoMo dari Jepang yang kini sudah menerapkan teknologi W-CDMA (Wideband code division multiple access) pada gelombang 5 MHz. Yang menjadi pesaing utama dari W-CDMA adalah teknologi TD-CDMA (Time Diivision-Code Division Multiple Access atau CDMA2000.
Sumber :
Gunadi Dwi Hantoro; Wideband CDMA;
Setyo Budianto; International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000)
Ir. Hasudungan Manurung, MT, IPM; W-CDMA sebagai Teknik Akses Sistem Komunikasi Bergerak Generasi Ketiga;
Wireless LAN; http://www.geocities.com/komnow/artikel/wrlan-2.html
Itu di atas baru pengenalan secara umum, untuk lebih detailnya akan di bahas di lain waktu. Terima Kasih
To Be Continued!!!
